Pokemon Go: Menapaki Jalan Impian

Pokemon Go baru saja muncul untuk memuaskan dahaga para petualang yang telah lama menanti pengalaman mengeksplorasi dunia demi menemukan makhluk-makhluk aduan yang menarik. Sayangnya, untuk sementara ini judul ini belum tersedia resmi di Indonesia melalui Google Play Store, namun installer-nya telah bisa didapatkan.

Saya berkesempatan berkeliling seharian mencobai game ini. Jangan salah, biar belum dirilis resmi untuk Indonesia, lokasi Pokestop dan Pokemon telah tersebar di sekitar. Memang, jenis Pokemon yang hadir agak acak dan terasa kurang sesuai dengan daerah kemunculannya, namun siapa yang protes?

Pemain Ingress akan langsung mengenali sistem Pokemon Go. Sama seperti game augmented reality anyar besutan Niantic sebelumnya, dalam Pokemon Go pemain akan diajak mengunjungi titik-titik tertentu (disebut Pokestop) yang tersebar di seluruh dunia. Titik-titik ini akan menyediakan amunisi (Pokeball, telur Pokemon, barang-barang pemulih) dan poin pengalaman (experience). Selain itu, ada titik-titik khusus yaitu Gym yang bisa diklaim dan digunakan untuk melatih Pokemonmu.

Tunggu, bagaimana dengan para Pokemon itu sendiri? Nah, Pokemon akan tersembunyi di sekitar. Pemain akan mendapatkan daftar siluet Pokemon di sekitarnya dan perkiraan jauhnya. Apabila pemain sudah memasuki radius seekor Pokemon, maka sang Pokemon akan muncul dan dapat ditangkap.

Pemain tidak perlu melemahkan Pokemon yang ditemukan. Ya, tanpa perlu pertarungan, pemain hanya perlu melempar Pokeball ke arah si Pokemon dengan membuat gerakan menyentak dengan jari. Usai pertarungan, pemain akan mendapatkan stardust dan candy. Stardust digunakan untuk meningkatkan kekuatan Pokemon sementara candy dikumpulkan untuk evolusi Pokemon.

Pokemon yang muncul di satu titik dapat dilihat oleh semua pemain yang berada di radius yang sama, namun pemain tidak perlu khawatir berebut karena satu Pokemon dapat ditangkap oleh banyak pemain sekaligus.

Lalu di mana kita bisa bertarung? Sebuah game Pokemon tentu tidak lengkap tanpa pertarungan. Hadirlah Gym dan sistem faksi. Gym kosong tersebar di berbagai lokasi dan jika kamu merupakan pengunjung pertamanya dan berada di level 5 ke atas, maka kamu dapat menjadi Gym Leader dengan menjadikan salah satu Pokemonmu penjaga. Ada 3 faksi yang dapat dipilih yaitu Intuition (Yellow Zapdos), Mystic (Blue Articuno), dan Valor (Red Moltres). Pemain dapat menantang Gym milik faksi berbeda atau menitipkan Pokemonnya untuk menjaga Gym dari faksi sendiri.

Sejauh yang saya tahu, tidak ada keuntungan dan kerugian pemilihan satu faksi dari faksi yang lain. Saat ini perbedaannya sepertinya murni kosmetik.

Keuntungannya? Gym Leader akan mendapatkan hadiah harian berupa mata uang Pokecoin sejumlah Gym yang dikuasai*10. Selain itu, keberhasilan membangun atau mencuri Gym juga dihadiahi. Pemain Indonesia, walaupun masih sedikit, ternyata mulai bergerak karena sebuah Gym yang saya datangi tadi sore ternyata sudah berpindah tangan dalam beberapa jam. Tidak ada notifikasi diberikan saat Gym diambil alih.

Pertarungan dilakukan secara langsung tanpa pilihan perintah. Pemain harus membuat gerakan menyapu kiri-kanan layar untuk menghindar dan menekan Pokemon milik sendiri untuk menyerang. Serangan spesial dapat diaktifkan jika bar khusus sudah penuh. Terus terang, kontrolnya tidak intuitif, terlebih karena tidak ada tutorial cara bertarung.

Sebagaimana Ingress, Pokemon Go mendorong pemainnya untuk berjalan. Telur-telur Pokemon yang didapatkan dari Pokestop hanya akan menetas setelah dimasukkan dalam inkubator DAN pemain memenuhi syarat berjalan sejauh jarak tertentu (varian yang kami dapat hari ini adalah 2 km, 5 km, dan 10 km). Ada batas kecepatan sehingga pemain tidak bisa mencuranginya dengan menaiki kendaraan bermotor. Namun, jika kamu hanya ingin menangkap Pokemon dan malas bergerak terlalu banyak, ada Incense yang berfungsi memanggil Pokemon sekitar ke lokasi pemain. Beragam benda lain tersedia di toko untuk mewarnai permainan, namun sekarang ini memang belum banyak yang bisa dilakukan selain mengoleksi dan melatih Pokemon, setidaknya sampai jumlah pemain meningkat.

Untuk mereka yang ambisius, Pokemon Go menyediakan medali-medali pencapaian. Saat ini medali yang tersedia masih berkutat dalam penangkapan Pokemon tipe tertentu dalam jumlah tertentu, namun pasti akan ditambahkan dalam pembaharuan selanjutnya.

Sejauh ini belum ada fitur pertukaran Pokemon dengan teman. Pokemon ganda dapat diberikan pada Profesor untuk ditukar dengan candy. Saya juga berharap akan ada fitur untuk menantang teman. Mengingat game ini masih berada di versi beta, jangan heran kalau banyak bug bermunculan. Biasanya bug-bug ini dapat ditanggulangi dengan menutup aplikasi, membersihkannya dari cache, baru memulai kembali. Oh ya, saat ini baru tersedia 151 Pokemon generasi pertama. MewTwo dapat kamu dapatkan di New York, jika berminat.

Selain itu, untuk memainkan game ini dibutuhkan perangkat Android dengan spesifikasi mumpuni, GPS akurat, serta paket data stabil. Pasalnya, game ini memakan memori cukup banyak, juga sangat boros baterai. Dengan perangkat yang pas-pasan, terasa sekali banyak respons lambat yang fatal untuk pertarungan. Saya menyarankan menonaktifkan fitur AR dan membawa powerbank saat berkeliling. Untuk menambah kenyamanan, kamu dapat membeli perangkat khusus Pokemon Go, seharga sekitar $39,  yang sayangnya sudah habis terjual di mana-mana saat artikel ini ditulis.

Akhir kata, Pokemon Go, walau masih sangat jauh dari siap, merupakan game menarik yang memiliki potensi ekspansi tinggi (apalagi mengingat popularitas Pokemon dan Ingress). Jika tidak mempermasalahkan bug di sana-sini, mari bergabung menjadi pelatih-pelatih Pokemon pertama di Indonesia dan kuasai kotamu.

n.b Ulasan ini dibuat berdasarkan pengetahuan saya yang masih terbatas. Silakan menambahkan informasi lain mengingat sumber untuk game ini juga masih jarang.

Advertisements

Share your 2 cents!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s